Sabtu, 04 Maret 2017

Pengalaman Bersekolah di SMPIT Thariq Bin Zyad

Assalamualaikum, wr, wb.

Selama bersekolah di SMPIT Thariq Bin Ziyad saya memiliki banyak pengalaman baru yang menarik. Nah, di blog ini saya ingin berbagi salah satu pengalaman saya, saat mengikuti English Outing Program to Singapore. Program ini dilaksanakan setiap tahun untuk murid kelas 8 WI.

Saat itu saya berangkat bersama kurang lebih 20 siswa/i, 2 guru dan 3 eo. Kami berangkat dan pulang menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Selama 5 hari di Singapore kami menginap di Downtown East Pasir Ris Resort. Setelah mendarat di Changi Airport, kami makan siang di depan UOB lalu ke Merlion Park. Setelah puas berfoto foto kami langsung ke hotel untuk beristrahat.

Dihari berikutnya kami mengunjungi LTA untuk mengetahui perkembangan transportasi di Singapore, Nanyang Technological University untuk bertemu Perkumpulan kaka kaka Muslim Indonesia disana, Sentosa Island untuk berkenalan dengan bule dan menonton pertunjukkan air mancur, Bugis Market & Masjid sultan untuk beli oleh oleh, dan yang terkhir ke Madrasah Al-juneid.



saat pertama kali datang ke Al-Juneid kesan pertama kami adalah sekolahnya besar dan bersih. Kantinnya pun cukup luas, saat jam istirahat walaupun kantinnya ramai mereka tidak ada yang desak-desakan, karena sudah disediakan garis antriannya. Walaupun jumlah K3 nya hanya sedikit, tetapi murid disana punya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolahnya. Kami belajar di Madrasah Al-Juneid selama 2 hari, di hari pertama kami belajar bahasa inggris diperpustakaan, dan praktek membuat percobaan di lab sains.



Lalu di hari kedua kami menampilkan Toki Tifa di aula Al Juneid dan ditonton kurang lebih 500 siswa aljuneid. Setelah itu kami bertemu dengan Buddies kami,  1 orang akan ditemani 1 buddies. Setelah berkenalan kami diajak ke kelasnya untuk merasakan bagaimana kegiatan merek belajar sehari-hari dikelas. Kelas di Al-Juneid tidak ada yang menggunakan AC, tetapi tidak kalah dingin dengan menggunakan AC, karena di satu kelas bisa sampai mempunyai 5 kipas angin.

Lalu setelah dzuhur kami keluar kelas dan berpamitan dengan buddies, tidak lupa untuk bertukar media sosial dan memberikan kado yang sudah kami bawakan dari Indonesia, mereka juga memberi kami Pin Al-Juneid.

Setelah itu kami bersiap-siap berangkat ke Changi Airport, tidak terasa kami sudah 5 hari di Singapore, Sudah saatnya kami pulang ke Jakarta.



EOP sangat berkesan untuk saya, karena memberi saya banyak pengalaman baru yang sulit untuk dilupakan.

Penakhluk Andalusia: Thariq Bin Ziyad



Biografi Thariq bin Ziyad. Dalam sejarah Spanyol, ia dikenal dengan nama Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata). Namun dunia mengenal dirinya sebagai salah satu panglima terbesar kaum muslimin yang berperan dalam membebaskan Spanyol. Nama lengkap penakluk Spanyol ini adalah Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau adalah putra suku Ash-Shadaf, suku Barbar, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Asal-usul Thariq tidak diketahui secara pasti. Menurut sejarawan Syauqi Abu Khalil dan dikutip oleh Alwi Alatas, ada yang menyebutnya sebagai keturunan dari Bani Hamdan dari Persia, atau dari suku Lahm. Ada juga yang menyebutkan Thariq berasal dari bangsa Vandals. Namun, banyak sejarawan yang menganggap dia keturunan dari bangsa Berber. Menurut Alwi Alatas, Thariq berasal dari keluarga muslim dan sejak kecil telah dididik secara Islam oleh ayahnya pada masa kekuasaan Uqbah bin Nafi di Ifriqiya. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri. Setelah Rasulullah saw. wafat, Islam menyebar dalam spektrum yang luas. Tiga benua lama yaitu Asia, Afrika, dan Eropa pernah merasakan rahmat dan keadilan dalam naungan pemerintahan Islam. Tidak terkecuali Spanyol (Andalusia). Ini negeri di daratan Eropa yang pertama kali masuk dalam pelukan Islam di zaman Pemerintahan Kekhalifahan Bani Umaiyah.

Sebelumnya, sejak tahun 597 M, Spanyol dikuasai bangsa Gotic, Jerman. Raja Roderick yang berkuasa saat itu. Ia berkuasa dengan lalim. Ia membagi masyarakat Spanyol ke dalam lima kelas sosial. Kelas pertama adalah keluarga raja, bangsawan, orang-orang kaya, tuan tanah, dan para penguasa wilayah. Kelas kedua diduduki para pendeta. Kelas ketiga diisi para pegawai negara seperti pengawal, penjaga istana, dan pegawai kantor pemerintahan. Mereka hidup pas-pasan dan diperalat penguasa sebagai alat memeras rakyat.

Kelas keempat adalah para petani, pedagang, dan kelompok masyarakat yang hidup cukup lainnya. Mereka dibebani pajak dan pungutan yang tinggi. Dan kelas kelima adalah para buruh tani, serdadu rendahan, pelayan, dan budak. Mereka paling menderita hidupnya.

Akibat klasifikasi sosial itu, rakyat Spanyol tidak kerasan. Sebagian besar mereka hijrah ke Afrika Utara. Di sini di bawah Pemerintahan Islam yang dipimpin Musa bin Nusair, mereka merasakan keadilan, kesamaan hak, keamanan, dan menikmati kemakmuran. Para imigran Spanyol itu kebanyakan beragama Yahudi dan Kristen. Bahkan, Gubernur Ceuta, bernama Julian, dan putrinya Florinda yang dinodai Roderick ikut mengungsi.

Melihat kezaliman itu, Musa bin Nusair berencana ingin membebaskan rakyat Spanyol sekaligus menyampaikan Islam ke negeri itu. Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memberi izin. Musa segera mengirim Abu Zar’ah dengan 400 pasukan pejalan kaki dan 100 orang pasukan berkuda menyeberangi selat antara Afrika Utara dan daratan Eropa.

Setidaknya ada dua legenda tentang kedatangan Thariq bin ZIyad ke Al-Andalus. Legenda itu sebagai berikut:
  1. Legenda Wanita Tua. Saat Thariq baru membebaskan Kota Algeciras, ada seorang wanita tua yang meminta untuk bertemu Thariq. Setelah diizinkan oleh Thariq, wanita tua ini menuturknan kisahnya bahwa ia dulu memiliki seorang suami. Suaminya selalu mengatakan bahwa suatu hari nanti, negeri ini akan ditaklukkan oleh seorang jenderal asing. Jenderal ini memiliki kening yang menonjol dan tahi lalat hitam yang ditumbuhi rambut pada pundak kirinya. Mendengar itu, Thariq segera membuka pundak bagian kirinya yang ternyata memang memiliki tanda yang sama seperti yang dituturkan wanita tersebut. Pasukan Thariq pun kagum.
  2. Legenda Istana 27 Gembok. Kerajaan Visigoth memiliki satu istana yang sangat indah di Toledo dan memiliki 27 gembok. Raja-raja sebelumnya selalu berpesan bahwa apapun yang terjadi, istana itu tidak boleh dimasuki satu orang pun. Setiap raja yang baru bahkan menambahkan satu gembok sehingga ada 27 gembok. Saat Roderick naik tahta, ia sangat penasaran dengan isi istana itu. Pada suatu hari, ia membongkar semua gembok yang ada dan memasuki istana itu. Ternyata, di dalam istana itu terdapat sebuah ruangan lagi yang dikunci. Setelah membongkar kunci ruangan itu, Roderick kembali memasuki ruangan yang lebih dalam lagi.
Ternyata di dalam ruangan itu ada sebuah perkamen yang berisi lukisan orang-orang yang sedang menunggang kuda. Mereka memakai baju yang kasar, penuh debu, memakai sorban di kepalanya, dan pedang mereka melengkung. Di sana juga terdapat sebuah tulisan,
 ...Kapan pun ruang perlindungan ini dilanggar dan mantra yang terdapat pada guci ini dilanggar, orang-orang yang terlukis pada guci ini akan menyerbu Andalusia, menggulingkan singgasana rajanya, serta menduduki seluruh negeri"
Roderick ketakutan setelah membaca itu dan meyakini bahwa bencana akan menimpa dirinya.






( credit to: http://www.biografiku.com/ )